Sunday, August 2, 2009

Satu-satunya uang yang benar adalah emas, Benar atau Salah? - 2

Emas menjadi uang

Pada sistem ekonomi yang sangat primitif, transaksi barter sudah dapat mencukupi untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh penduduk desa tersebut. Seiring dengan meningkatnya jumlah peserta ekonomi yang bertransaksi, mereka akan mendapati bahwa beberapa barang tertentu lebih mudah dipertukarkan dengan barang lainnya, atau dengan kata lain lebih likuid. Diantara beberapa barang yang likuid untuk dibarterkan tersebut, ada barang yang mudah menjadi busuk sementara barang lainnya tahan lama. Sementara barang jenis satu lebih mudah dibagi menjadi unit yang lebih kecil dibandingkan dengan barang jenis lainnya yang tak bisa dibagi.

Dengan semakin banyaknya transaksi akhirnya didapatilah bahwa logam akhirnya muncul sebagai barang yang paling mudah digunakan untuk bertransaksi, dan dengan demikian secara faktual berubah fungsi menjadi alat pembayaran transaksi.

Kita bisa berbicara dan menganalisa tentang alasan sejarah mengapa emas dipilih sebagai uang. Atau pula kita bisa mengemukakan alasan filosofis tentang betapa mulianya uang tersebut, dan bahwa warna keemasan logam adalah serupa dengan warna matahari. Bisa saja kita kemukakan teori bahwa pada jaman dahulu, emas dipilih karena dianggap merupakan bahan yang sama dengan material pembentuk matahari. Namun pada akhirnya bila kita dihadapkan pada pilihan tentang apa yang perlu digunakan untuk menjadi uang, maka hanya ada satu pertimbangan terpenting yang harus dilakukan dalam menentukan pemilihan ini.

Yang harus kita perhatikan dan kita beri bobot terbesar dalam menentukan pilihan adalah pertanyaan “seberapa luaskah mata uang ini diterima di masyarakat?” Akan sangat sulit bagi kita untuk mencari titik awal atau kebudayaan mana yang memulai penggunaan mata uang emas. Kita bisa berspekulasi barangkali pola ini diawali oleh seorang raja yang terpesona dengan kemilau emas sehingga raja tersebut meminta pajak emas dari rakyatnya. Ataukah mungkin dari para pedagang dan pelaut yang memandang tinggi nilai emas ini karena logam ini tidak berkarat, walaupun selalu basah terkena udara laut. Sekali lagi semua itu hanyalah teori. Yang jelas, setiap orang didunia ini pasti menggunakan suatu mata uang tertentu karena pengaruh orang-orang disekitarnya. Suatu komunitas yang sama akan menggunakan uang yang sama.

Mari kita lihat, dimanapun juga seseorang dilahirkan, maka dapat dipastikan ia akan menggunakan mata uang daerahnya itu untuk pertama kalinya. Kita yang lahir di Indonesia akan menggunakan Rupiah, sementara Hillary Clinton menggunakan Dollar Amerika. Penduduk Mesir jaman purba dulunya menggunakan uang tanah liat, sementara penduduk Inggris menggunakan uang Pundsterling. Dalam pilihan perdagangan internasional pun prinsip yang sama kemudian berlaku. Bila kita bertanya mengapa kita menggunakan pembayaran dollar untuk barang-barang ekspor dan impor negara kita, maka jawaban yang jelas adalah bahwa karena dunia internasional sebagian besar menggunakan mata uang dollar (Amerika) tersebut.

Jadi demikianlah maka penggunaan emas, perak, ataupun tembaga sebagai uang adalah suatu lingkungan operasi yang sudah berlangsung secara alami (a given environment), suatu hasil dari suatu proses pemilihan yang panjang. Karena itulah para ekonom kemudian selalu membahas teorinya tanpa menyebutkan apakah ekonomi tersebut menggunakan uang ataukah masih bersifat barter, ataukah jenis uang apa yang digunakan dalam perekonomian yang dibahasnya.

Teori ekonomi selalu didasari pada kondisi dimana transaksi dengan uang itu sudah berjalan dan sistem ini sudah menggunakan uang (emas/logam) sebagai mata uang pilihan. Negara, masyarakat, ataupun individu yang ingin melakukan transaksi ekonomi dan jual beli, mau tidak mau harus menceburkan diri dalam sistem yang menggunakan uang emas ini. Jadi walaupun secara pribadi seseorang berpendapat bahwa emas tidak memiliki nilai intrinsiknya sendiri, jika ia memiliki kebutuhan yang perlu dibayar dengan emas kepada masyarakat (misalnya ke dokter atau membeli mobil), maka ia juga harus mengumpulkan emas untuk nantinya dibelanjakan.

Dari sini kita bisa mengetahui dan mengambil kesimpulan bahwa uang adalah produk komunitas, dimana dengan uang seseorang dapat melakukan interaksi ekonomi dengan anggota masyarakat lain. Tidaklah heran kemudian bila prinsip-prinsip keberhasilan bisnis yang paling mendasar adalah berkaitan dengan prinsip untuk membangun hubungan baik. Misalnya membina hubungan yang baik dengan pemasok, membina hubungan dan memperhatikan pelanggan, semuanya itulah yang menjadi dasar sukses dari perusahaan-perusahaan besar. Kita contohkan saja SAP, perusahaan program komputer ini berupaya mengatur interaksi antar departemen seefisien mungkin dengan menganggap departemen satu sebagai pelanggan departemen (cabang) lainnya. Bahkan dalam era internet juga telah dikembangkan sistem-sistem yang berupaya untuk mengerti karakteristik pasar (konsumen) agar perusahaan dapat menyediakan produk-produk yang lebih baik lagi.

Selain alasan bahwa uang emas sudah luas diterima dan digunakan masyarakat, ada pula alasan lain yang mendukung penggunaan emas (secara historis) sebagai substansi uang. Pertama karena logam itu sulit didapat, dan juga karena emas dapat dipecah menjadi unit yang besar kecilnya dapat disesuaikan. Logam, terutama emas sangat tahan lama dan kualitasnya tidak berubah atau berkarat. Keindahan dan kemilau emas yang memukau, ditambah lagi dengan karakteristiknya yang tahan karat ini kemudian membuat emas dan logam mulia lainnya memiliki nilai lebih tinggi dari logam lainnya.


Emas/Logam adalah produk teknologi termoderen pada jaman dahulu
Dengan pengetahuan dasar yang kita miliki saat ini, kita sering terkagum-kagum dengan produk emas ataupun logam yang dihasilkan dari pertambangan. Sungguh sulit dimengerti bagaimana puluhan ton tanah bercampur bijih besi ataupun bijih logam (iron ore) dapat dipisahkan dari tanah tersebut. Bila kita bisa memahami kompleksitas proses penyaringan dan pemurnian logam dan betapa tingginya teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan satu kilogram logam, maka kita akan maklum mengapa komunitas purba kemudian memilih logam sebagai material penting yang dapat ditukarkan dengan hampir segala macam barang. Karena banyaknya permintaan masyarakat atas logam inilah maka emas atau logam-logam ini kemudian berubah fungsi menjadi uang.

Demikianlah maka dapat diteorikan bahwa alasan utama dipilihnya logam menjadi alat pembayaran adalah karena kemampuan mengolah logam dan menambang logam dari perut bumi adalah bentuk teknologi yang paling muktahir dari masyarakat tersebut. Teknologi ini begitu bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh banyak manusia sehingga logam yang dihasilkan tersebut mudah diterima masyarakat untuk ditukarkan dengan barang-barang kebutuhan lainnya.

Jadi argumentasi inilah yang kiranya tepat menjadi jawaban atas pertanyaan yang kita ajukan di awal bab satu ini. Kita bisa jawab bahwa pada jaman dahulu, memang benar emas merupakan suatu bentuk uang yang sangat unggul sehingga dalam banyak kasus emas inilah yang menjadi uang yang benar. Ini tidak berarti emas adalah satu-satunya uang yang benar. Kita bisa membawa emas ini pada jaman kerajaan Mesir yang sedang dilanda kelaparan. Lalu kita bisa bertanya, uang manakah yang lebih benar, manakah yang nilainya lebih kuat? Apakah tanah liat yang ekuivalen dengan gandum, ataukah emas yang lebih tahan lama dan berteknologi tinggi? Jika kita telaah dari catatan kitab suci tentang nabi Yunus, disebutkanlah bahwa peternak maupun pedagang semuanya menyerahkan emas perak dan kepunyaannya untuk memperoleh gandum di jaman kekeringan tersebut. Ini berarti pada saat itu, gandum/uang tanah liat tersebut memiliki nilai permintaan yang lebih kuat dan uan tanah liat tersebutlah yang dikenal sebagai uang yang benar.

Demikianlah uang bisa dibuat dalam berbagai macam bentuk dan substansi. Dan untuk mengetahui benar tidaknya, atau kuat tidaknya uang tersebut, yang terpenting adalah mengetahui nilai apa yang terkandung di dalam uang tersebut serta situasi kondisi yang membuat timbulnya permintaan atas suatu bentuk uang tertentu.

No comments:

Post a Comment