Tuesday, August 4, 2009

Mungkin Menarik, "False Economy: A Surprising Economic History of the World"

Buku ini karangan Alan Beattie, editor Financial Times tentang pelajaran atau poin-poin yang dapat diperhatikan dari sejarah ekonomi negara-negara yang ada di dunia ini.

Menurutnya, baik Argentina maupun Amerika memiliki peluang yang sama untuk menjadi sukses secara ekonomi. Namun mengapa Amerika lebih maju sementara Argentina mengalami krisis ekonomi demi krisis ekonomi.

Berulang-ulang ia menyebutkan tesisnya bahwa suatu negara menjadi makmur bukan karena keberuntungan mereka. Negara yang beruntung memiliki alam, atau kandungan minyak maupun komoditas yang berlimpah ternyata tidak selalu merupakan negara makmur. Faktor penting yang menentukan menurutnya adalah pilihan yang diambil oleh pemimpin dan pilihan yang diambil oleh rakyat yang dipimpinnya.

Sumber alam malah sering menjadi kutukan dan bukannya berkat. Sumber alam hanya memberikan sedikit peluang pekerjaan bagi penduduk lokal. Pekerjaan lebih banyak dilakukan oleh orang-orang asing yang dipanggil untuk mengolah sumber daya tersebut. Hasil dan keuntungan dari pengerukan sumber daya alam tersebut masuk ke kantong perusahaan multinasional. Keuntungan yang tidak diambil oleh perusahaan multinasional tersebut banyak yang berakhir di rekening luar negeri dari para politikus dan bukannya memakmurkan rakyat umum. Namun tidak semua negara terperangkap dalam kutukan ini. Beatie memberi contoh bahwa Botswana mampu menjaga dirinya agar tidak jatuh dengan mengatur manajemen kekayaan berliannya, yang sangat berbeda dengan kekacauan yang disebabkan oleh berlian di Sierra Leone.

Buku ini mungkin menarik, menunjukkan bagaimana respons penduduk dan pemimpin lebih mempengaruhi kemakmuran negara daripada sumber daya alam yang dimilikinya. Respons apa yang baik serta respons apa yang perlu dihindari agar negara mencapai kemakmuran.